INDAH DAN BERMANFAATNYA MEMBACA HINGGA MENGHAFAL AL-QURAN
Al Qur’an adalah kemuliaan yang paling tinggi. Al Quran adalah kalam
Allah Swt. Al-Qur’an adalah kitab yang diturunkan dengan penuh berkah,
Al-Qur’an memberikan petunjuk manusia kepada jalan yang lurus. Tidak ada
keburukan di dalamnya, oleh karena itu sebaik-baik manusia adalah
mereka yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya. Rasulullah SAW
bersabda, ”Sebaik-baik orang diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah (Al Qur’an)
dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami
anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka
itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah
menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka
dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha
Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29-30)
Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Rabb-mu (Al Quran) (QS. Al Kahfi : 27)
Dan firman-Nya: Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al Quran)… (QS. Al Ankabut : 45)
Dan firman-Nya: Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Rabb negeri
ini (Mekah) yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala
sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang
berserah diri”. * Dan supaya aku membacakan al-Qur’an (kepada manusia).
“. (QS. an-Naml: 91-92)
Seseorang yang berpegang teguh pada Al
Qur’an, sebagai modal kekuatan pegangan dan landasan filsafat hidup maka
orang itu akan mampu tegar, tidak gampang menyerah, sigap dalam
menentukan sikap, dan tidak akan mudah diombang-ambingkan oleh
ketidakpastian situasi, tidak mudah terpengaruh oleh prinsip hidup lain,
hal itu karena prinsip dalam kepribadiannya sudah mantap dan semua itu
akan tercermin dalam sikapnya dalam menyelesaikan persoalan hidup
Alangkah indahnya hidup kita, bila kita tidak hanya sekedar bisa
membaca Al Quran, tetapi juga menghafalnya dan mengamalkannya. Banyak
hadits Rasulullah Saw yang mendorong untuk menghafal Al Qur’an atau
membacanya di luar kepala, sehingga hati seorang individu muslim tidak
kosong dari sesuatu bagian dari kitab Allah Swt. Seperti dalam hadits
yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas “Orang yang tidak mempunyai hafalan Al
Qur’an sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh (HR.
Tirmidzi)
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah Sawbersabda: “Penghafal Al
Quran akan datang pada hari kiamat, kemudian Al Quran akan berkata:
Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota
karamah (kehormatan), Al Quran kembali meminta: Wahai Tuhanku
tambahkanlah, maka orang itu diapakaikan jubah karamah. Kemudian Al
Quran memohon lagi: Wahai Tuhanku ridhailah dia, maka Allah meridhainya.
Dan diperintahkan kepada orang itu, bacalah dan teruslah naiki
(derajat-derajat surga), dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang
dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan” (HR. Tirmidzi, hadits hasan
{2916}, Inu Khuzaimah, Al Hakim, ia menilainya hadits shahih)
Berikut adalah Fadhail Hifzhul Qur’an (Keutamaan menghafal Qur’an) :
- Al Qur’an akan menjadi penolong (syafa’at) bagi penghafal .Dari Abi Umamah ra. ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah olehmu Al Qur’an, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafa’at pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafalnya).”" (HR. Muslim)
- Nabi Saw memberikan amanat pada para hafizh dengan mengangkatnya sebagai pemimpin delegasi. Dari Abu Hurairah ia berkata, “Telah mengutus Rasulullah SAW sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada Shahabi yang paling muda usianya, beliau bertanya, “Surat apa yang kau hafal? Ia menjawab,”Aku hafal surat ini.. surat ini.. dan surat Al Baqarah.” Benarkah kamu hafal surat Al Baqarah?” Tanya Nabi lagi. Shahabi menjawab, “Benar.” Nabi bersabda, “Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi.” (HR. At-Turmudzi dan An-Nasa’i).
- Nikmat mampu menghafal Al Qur’an sama dengan nikmat kenabian, bedanya ia tidak mendapatkan wahyu, “Barangsiapa yang membaca (hafal) Al Quran, maka sungguh dirinya telah menaiki derajat kenabian, hanya saja tidak diwahyukan padanya.” (HR. Hakim)
- Seorang hafizh Al Qur’an adalah orang yang mendapatkan Tasyrif nabawi (Penghargaan khusus dari Nabi Saw). Di antara penghargaan yang pernah diberikan Nabi SAW kepada para sahabat penghafal Al Qur’an adalah perhatian yang khusus kepada para syuhada Uhud yang hafizh Al
- Qur’an. Rasul mendahulukan pemakamannya. “Adalah Nabi mengumpulkan diantara orang syuhada uhud, kemudian beliau bersabda, :Manakah diantara keduanya yang lebih banyak hafal Al Quran, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliu mendahulukan pemakamannya di liang lahat.” (HR. Bukhari)
- Hafizh Qur’an adalah keluarga Allah yang berada di atas bumi. “Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.” (HR. Ahmad)
- Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab,”Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (HR. Al-Hakim)
- “Dan perumpamaan orang yang membaca Al Qur’an sedangkan ia hafal ayat-ayatnya bersama para malaikat yang mulia dan taat.” (Muttafaqun alaih)
- Dari Abdillah bin Amr bin ‘Ash dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Akan dikatakan kepada shahib Al Qur’an, “Bacalah dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau dulu mentartilkan Al Qur’an di dunia, sesungguhnya kedudukanmu di akhir ayat yang kau baca.” (HR. Abu Daud dan Turmudzi)
- Kepada hafizh Al Qur’an, Rasul SAW menetapkan berhak menjadi imam shalat berjama’ah. Rasulullah SAW bersabda, “Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya.” (HR. Muslim)
- “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an maka baginya satu hasanah, dan hasanah itu akan dilipatgandakan sepuluh kali. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif itu satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf.” (HR. At Turmudzi).
- Bahkan Allah membolehkan seseorang memiliki rasa iri terhadap para ahlul Qur’an, “Tidak boleh seseorang berkeinginan kecuali dalam dua perkara, menginginkan seseorang yang diajarkan oleh Allah kepadanya Al Qur’an kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, sehingga tetangganya mendengar bacaannya, kemudian ia berkata, ‘Andaikan aku diberi sebagaimana si fulan diberi, sehingga aku dapat berbuat sebagaimana si fulan berbuat’” (HR. Bukhari)
Begitu banyak keutamaan menghafal Al Quran, tapi karena kesibukan
dunia dan segala pesonanya yang menggoda, membuat kita jadi malas
melakukannya, karena itu mulai sekarang, sebaiknya kita mulai meluangkan
waktu untuk mulai kembali menghafal Al Quran (termasuk diri saya).